Senin, 30 Juni 2014

Sadarlah dan bersyukurlah kepada Allah

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Namun sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas. Akhirnya sang mandor melemparkan uang senilai Rp.1000 ke bawah dan jatuh tepat di samping si pekerja. Namun si pekerja hanya memungut uang tersebut lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Akhirnya sang mandor menjatuhkan uang lagi, tapi kali ini dengan nilai yang berbeda yaitu senilai Rp.100.000 dan berharap si pekerja mau mengadah ke atas walau hanya sebentar saja. Akan tetapi, si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp.100.000 tersebut dan kembali asik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu keil yang jatuh tepat mengenai kepala si pekerja. Si pekerja merasa kesakitan dan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

***

Cerita diatas sama dengan kehidupan kita,
Allah hanya ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "Dunia" kita. Kita diberi sedikit rezeki maupun banyak rezeki, sering kali kita lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Bahkan kita tidak mau tahu darimana rezeki itu datang, bahkan kita sering menganggapnya "Hoki". Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rezeki yang Allah berikan.
Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan seperti "batu kecil" yang kita anggap sebagai musibah agar kita mau menoleh kepada-Nya. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-Nya sebelum Allah melemparkan batu kecil. Dan yakinlah Allah memiliki rencana yang baik untuk hamba-Nya.