Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu keil yang jatuh tepat mengenai kepala si pekerja. Si pekerja merasa kesakitan dan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.
***
Cerita diatas sama dengan kehidupan kita,
Allah hanya ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "Dunia" kita. Kita diberi sedikit rezeki maupun banyak rezeki, sering kali kita lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Bahkan kita tidak mau tahu darimana rezeki itu datang, bahkan kita sering menganggapnya "Hoki". Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rezeki yang Allah berikan.
Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan seperti "batu kecil" yang kita anggap sebagai musibah agar kita mau menoleh kepada-Nya. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-Nya sebelum Allah melemparkan batu kecil. Dan yakinlah Allah memiliki rencana yang baik untuk hamba-Nya.