Senin, 26 Mei 2014

Jadi, siapa yang setia?

Sepasang suami istri yang sudah dikaruniai seorang anak berumur 1 tahun hidup dengan bahagia. Mereka memelihara seekor anjing yang begitu setia. sejak pacaran sampai sudah dikaruniai anak, anjing ini telah menjadi bagian dalam hidup mereka. Peliharaan, teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga. Merekapun sangat menyayangi dan mempercayai anjing ini. Suatu saat, suami istri ini keluar rumah dan meninggalkan anak mereka bersama anjing peliharaannya itu. Namun mereka lupa memberi makan anjing tersebut. Saat mereka pulang, mereka dikejutkan dengan tetesan-tetesan darah yang ada dilantai. Kaget, takut, dan khawatir bercampur aduk dalam benak mereka. Mereka pun langsung lari menuju kamar. Sebelum masuk ke kamar, mereka melihat anjing peliharaannya duduk di depan pintu kamar dengan darah segar yang masih menetes. Suami istri itu teriak histeris. Si istri terduduk lemas dengan isak tangis, sedangkan sang suami langsung mengambil kursi dan menghantamkannya berkali-kali ke kepala anjing tersebut. Si anjing pasrah menerima nasibnya tanpa berusaha menghindar sampai akhirnya ia mati.
Dengan perasaan hancur dan tangis yang semakin menjadi, pasangan suami istri itupun berpelukan. Dalam hati mereka tidak menyangka telah kehilangan buah hati dan anjing peliharaannya diwaktu yang bersamaan.
Dengan langkah lunglai, keduanya memasuki kamar. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat anak mereka sedang tertidur pulas diatas ranjang. Sedangkan disamping ranjang terletak seekor ular sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar, ternyata anjing peliharaannya itu telah melindungi anak mereka dari ancaman ular. Dan mereka sangat menyesal dan merasa bersalah karena sudah membunuh anjing mereka.

***


Pesan Singkat : Ingatlah jangan ceroboh dalam bertindak, karena penyesalan selalu datang terakhir dan semua telah berakhir. Dan janganlah kamu selalu berprasangka buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar